ANALISIS TINGKAT KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 5 SD MATA PELAJARAN IPAS

Main Article Content

Bambang Widjajanto
Fianico Sukmana Rozy
Juwita Permata Arya Utari
Kurniasari Kurniasari
Endah Rahmawati
Julianto Julianto

Abstract

The 21st century learning paradigm demands an educational approach that emphasizes the development of high-level thinking skills, one of which is critical thinking. This skill is important to be instilled early on because it helps students analyze information, evaluate arguments, and make decisions logically. However, in reality, many elementary school students, especially grade V, still have difficulty applying critical thinking, especially in the Natural and Social Sciences (IPAS) subject. The main purpose of writing this article is to provide a deeper understanding of the level of critical thinking skills of grade V elementary school students in the Natural and Social Sciences (IPAS) subject. In addition, this article also aims to identify various factors that influence students' critical thinking skills, both from internal and external aspects of the students. The method used is descriptive qualitative research with data collection techniques through interviews, literature studies, and distributing questionnaires to students. The results of this study indicate that elementary school students' critical thinking skills in IPAS learning are still at a low to moderate level. This is indicated by students' difficulties in identifying problems, analyzing information, evaluating opinions, compiling logical arguments, understanding scientific concepts in depth, conveying structured opinions, and drawing conclusions based on evidence.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

ANALISIS TINGKAT KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 5 SD MATA PELAJARAN IPAS. (2026). Jurnal Muassis Pendidikan Dasar, 5(2), 103-111. https://doi.org/10.55732/spnv4f63

References

Anggitasari, V., & Widyaningrum, T. (2021). Pengembangan berpikir kritis melalui analisis jurnal. Nasional Pendidikan, 1(1), 1954–1960. http://www.seminar.uad.ac.id/index.php/SemNasPPG/article/download/12105/2642

Anjar Palupi, M., & Husamah, H. (2023). Penerapan model Project Based Learning untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar IPAS siswa kelas 4 SDN Sumbersari 2 Kota Malang. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 4653–4661. https://doi.org/10.23969/jp.v8i1.8155

Ariadila, S. N., dkk. (2023). Analisis pentingnya keterampilan berpikir kritis terhadap pembelajaran bagi siswa. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(20), 664–669.

Cahyani Kusuma, T., Boeriswati, E., & Supena, A. (2023). Peran guru dalam meningkatkan berpikir kritis anak usia dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(3), 413–420.

Dewi, E. K., & Jatiningsih, O. (2015). Pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn kelas X di SMAN 22 Surabaya. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 2(03), 936–950.

Dimyati, & Mudjiono. (2013). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Fadillah, N. (2020). Motivasi belajar siswa dalam pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 53(2), 45–52.

Hamzah B. Uno. (2016). Teori motivasi dan pengukurannya: Analisis di bidang pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Hurlock, E. B. (2002). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Juliyantika, T., & Batubara, H. H. (2022). Tren penelitian keterampilan berpikir kritis pada jurnal pendidikan dasar di Indonesia. Jurnal Basicedu, 6(3), 4731–4744. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2869

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemdikbudristek.

Kurniawan, A. (2023). Pengembangan keterampilan inkuiri ilmiah melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Jurnal Basicedu, 7(3), 1234–1242.

Lidiawati, K. R., & Aurelia, T. (2023). Kemampuan berpikir kritis siswa di Indonesia: Rendah atau tinggi? Diakses pada 19 April 2025, dari https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/1200-kemampuan-berpikir-kritis-siswa-di-indonesia-rendah-atau-tinggi

Nurhadi, et al. (2004). Pembelajaran kontekstual dan penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.

Nihayatul Fadlilah, U., Khamdun, & Purbasari, I. (2024). Implementasi pembelajaran IPAS berbasis Kurikulum Merdeka pada siswa kelas V. Jurnal Online Edukasi, 10(1), 45–58.

Palupi, M. A., & Husamah. (2023). Penerapan model Project Based Learning untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar IPAS siswa kelas 4 SDN Sumbersari 2 Kota Malang. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 4653–4661. https://doi.org/10.23969/jp.v8i1.8155

Purnamasari, S., dkk. (2021). Pembelajaran ilmu pengetahuan alam berbasis etnosains untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Edubase: Journal of Basic Education, 2(1), 9–18.

Puspitasari, P., Muttaqijn, M. I., & Haryati, H. (2024). Analisis keterampilan berpikir kritis siswa kelas I pada pembelajaran IPA di sekolah dasar. Tsaqofah, 4(1), 981–995. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v4i1.2670

Ritonga, N., et al. (2020). Kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran IPA melalui pendekatan keterampilan. Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA), 3(2), 41–45. https://journal.ikippgriptk.ac.id/index.php/JPSA/index41

Rosmala, D. (2022). Peran pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 18(1), 33–40.

Rositawati, D. N. (2019). Kajian berpikir kritis pada metode inkuiri. Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya), 3, 74. https://doi.org/10.20961/prosidingsnfa.v3i0.28514

Stobaugh, R. (2013). Assessing critical thinking in middle and high schools: Meeting the Common Core. New York: Routledge.

Sugiyanto. (2009). Model-model pembelajaran inovatif. Surakarta: FKIP UNS.

Suyadi, & Ulfah, M. (2013). Strategi pembelajaran PAUD: Konsep, metode, dan aplikasi dalam pendidikan anak usia dini. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Syafitri, E., Armanto, D., & Rahmadani, E. (2021). Aksiologi kemampuan berpikir kritis (Kajian tentang manfaat dari kemampuan berpikir kritis). Journal of Science and Social Research, 4(3), 320–325.

Syah, M. (2013). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tarigan, H. G. (2008). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.

Trisniani, N. (2020). Tingkat keterampilan berpikir reflektif siswa sekolah dasar kelas tinggi. AR-RIAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar, 4(2), 132–144.

Wahyuni, D. (2021). Peran guru dalam memberikan bimbingan belajar bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1), 20–27.

Widiarini, P., Suastra, I. W., & Arnyana, I. B. P. (2025). Integrasi kearifan lokal Bali dalam pembelajaran IPA masa kini. Educational: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 5(1), 48–60.

Wona, L. M., et al. (2023). Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas 3 SD pada pembelajaran IPA melalui metode diskusi. Jurnal Citra Pendidikan Anak, 2(1), 24–35. https://doi.org/10.38048/jcpa.v2i1.1524

World Bank. (2020). Indonesia – PISA 2018 Brief. https://documents1.worldbank.org/curated/en/497911593351156163/pdf/Indonesia-PISA-2018-Brief.pdf

Yamin, M. (2013). Strategi pembelajaran berbasis kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press.

Yusuf, S. (2009). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Zakiah, L., & Lestari, I. (2019). Berpikir kritis dalam konteks pembelajaran (I). Erzatama Karya Abadi. https://doi.org/10.31227/osf.io/xsugq

Zulela, M. S., Rohmadi, M., & Supriyadi, S. (2018). Peningkatan kemampuan literasi melalui pembelajaran berbasis teks. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 14–21.

Most read articles by the same author(s)